Sejarah Pelatihan Berkuda di Indonesia

Sejarah Pelatihan Berkuda di Indonesia

Saat ini berkuda menjadi kegiatan populer dan banyak diminati. Berkuda menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan khususnya di akhir pekan. Menunggang kuda pun tidak asal sembarangan, perlu keterampilan untuk bisa melakukannya.

Keterampilan ini pun butuh banyak latihan serta konsisten dalam melakukannya. Kesabaran dan ketelatenan juga merupakan keutaman yang harus dimiliki untuk menunggangi kuda.

Sejarah Berkuda

Catatan menyebutkan, sejarah berkuda sangat panjang yakni dimulai sejak 5000 tahun yang lalu. Disebutkan bahwa kuda dahulu nya termasuk salah satu hewan ternak manusia purba. Kuda sedari dahulu dimanfaatkan untuk mengangkut barang dan ditunggangi saat bepergian.

Manusia purba yang nomaden atau seringkali berpindah pindah tempat, memanfaat kuda sebagai kendaraan. Selain dimanfaatkan tenaganya, kuda dahulunya pun tak jarang dijadikan sebagai bahan makanan. Berkuda adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh bangsa Romawi dan Yunani sebagai kegiatan olahraga kala itu.

Kendati bukan termasuk cabang olahraga yang populer di dunia. Kenyataannya berkuda dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kuda memiliki tempat khusus di hati para pecintanya. Berkuda sendiri saat ini sudah sangat jarang dilakukan kecuali ketika ada event-event tertentu.

Sejarah Berkuda di Indonesia

Di Indonesia sendiri, kuda sudah adak sedari zaman dahulu. Pada masa kerajaan baik itu Singasari hingga Majapahit. Di masa penjajahan pula, kuda pun sudah banyak dimanfaatkan oleh penjajah dan aristokrat kala itu sebagai moda transportasi dan angkutan barang. Kuda zaman dahulu identik dengan para petani dan para prajurit perang.

Di beberapa daerah tertentu di Indonesia, kuda dimanfaatkan berdampingan dengan kerbau untuk kegiatan bertani dan berdagang. Di sampng itu, di Indonesia, kuda digunakan sebagai alat berburu di hutan. Kegiatan ini pun masih berlangsung hingga sekarang seperti halnya di Nusa Tenggara Timur dan Barat.

Bergeser ke abad 16 M, dimana kerajaan-kerajaan Nusantara pada masa keemasannya, kuda menjadi simbol keagungan kerajaan. Kuda-kuda dilatih secara khusus untuk dikirim berperang. Kuda-kuda tangguh diperlakukan istimewa karena menjadi pioner di gardu depan barisan perang.

Saat masa penjajahan oleh kolonial Belanda juga, kuda merupakan satu-satunya hewan yang dimanfaatkan untuk segala aktivitas pemerintahan juga perdagangan. Kuda menjadi sarana transportasi terbaik kala itu karena menjadi satu-satu kendaraan yang dapat menembus medan Indonesia yang masih berupa hutan dan rawa-rawa.

Tempat Pelatihan Kuda di Indonesia

Hingga saat ini, kuda pun masih menjadi moda transportasi tradisional yang masih diminati. Berkuda pun semakin hari menjadi suatu kegiatan menyenangkan sekaligus menyehatkan. Hingga saat ini sudah banyak tempat pelatihan berkuda yang tersebar di seluruh daerah-daerah Indonesia.

Jika dahulu, pelatihan berkuda khusus diperuntukkan mereka para orang-orang kerajaan dan pejabat daerah. Saat ini pelatihan berkuda telah dibuka untuk umum. Beberapa daerah yang membuka tempat-tempat pelatihan kuda sekaligus peternakan tersebar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Timur hingga wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua.

Dibangunnya tempat pelatihan dan peternakan kuda juga tidak lepas dari sejarah Indonesia yang menjadikan berkuda sebagai penunjang berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Kuda menjadi hewan peliharaan yang penting baik itu secara ekonomis maupun historis.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai sejarah pelatihan berkuda di Indonesia. Banyak orang menganggap kuda adalah hewan mengagumkan dengan sejuta pesonanya. Sifatnya yang tangguh dan kuat menjadikan kuda sebagai lambang kekuatan. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *